cisco

Standard IP Access Lists

Standard IP Access List merupakan salah satu metode Daftar Akses
(Access List) yang dipergunakan Cisco untuk mengatur keluar masuknya traffic ke dalam maupun keluar router. Metode ini biasa disebut dengan “packet filtering“. Daftar akses (Access List) ini berfungsi untuk membandingkan atau mencocokkan setiap paket yang diterima atau di tolak dengan aturan atau daftar akses yang di terapkan pada router tersebut.

cisco

Cisco ICONs Library 2009

Bagi para Network Administrator, Network Designer atau IT Manager yang membutuhkan icon-icon cisco untuk presentasi dengan menggunakan Power Point, berikut ini keluaran terbaru dari Cisco untuk ICONs Library 2009. Semua icon yang dibutuhkan untuk menggambar topology network atau design network dapat di jumpai disini.

cisco

Routing Information Protocol – RIP

Routing Information Protocol atau yang biasa disebut dengan RIP adalah salah satu Dynamic Routing Protocol yang termasuk dalam katagori Distance Vector. RIP menggunakan jumlah lompatan (hop count) sebagai metric, dengan maksimum metric sebanyak 15 hop. Untuk hop yang ke-16 tidak akan terdeteksi karena diluar dari kemampuan RIP untuk melakukan lompatan (hop). Setiap 30 detik RIP melakukan update table routing dengan menggunakan default administrative distance 120.

cisco

Static Routing

Apa yg dimaksud dengan static routing ?, static routing adalah salah satu cara untuk membuat table routing secara manual.

Static routing ini berguna untuk jaringan sederhana yg menggunakan beberapa router dan juga untuk menghemat penggunaan bandwidth.

Bagaimana cara membuat static routing ???

Dalam Cisco Router, static routing secara default sudah dalam posisi enable, jadi jika ingin membuat IP static routing cukup dengan mengetikkan perintah :

Router(config)#ip route <network destination id> <subnet mask> <default gateway> <administrative distance>

cisco

Cisco Switch Configuration [Part #2]

lebih lanjut ttng Cisco Configuration
jika di part #1 kita sudah melakukan konfigurasi untuk :
1. Setting Ip address
2. Setting Hostname
3. Setting Enable Password
4. Setting Virtual Terminal dan Passwordnya.

maka kesempatan kali ini kita akan melakukan konfigurasi untuk :

5. Setting Port Speed, difungsikan untuk memberikan nilai speed pasti bagi port yang diinginkan.
konfigurasinya sebagai berikut :

switch-01#conf t
switch-01(config)#int fa0/1
switch-01(config-if)#speed 100

untuk port 2, 3, 4, …dst, silakan dilanjutkan seperti hal nya contoh diatas, cuman bedanya perintah int fa0/x mengikuti port number yang akan disetting.

6. Setting Port Duplex, difungsikan untuk memberikan nilai duplex pasti bagi port yang diinginkan.
konfigurasinya sebagai berikut :

switch-01#conf t
switch-01(config)#int fa0/1
switch-01(config-if)#duplex full

untuk port 2, 3, 4, …dst, silakan dilanjutkan seperti hal nya contoh diatas, cuman bedanya perintah int fa0/x mengikuti port number yang akan disetting.

7. Setting Port Name, difungsikan sebagai labeling atau penamaan port, biasanya atas nama user siapa/apa.
konfigurasinya sebagai berikut :
switch-01#conf t
switch-01(config)#int fa0/1
switch-01(config-if)#description Arif-IT {User : Arif, Departement : IT}

Baca Juga :

Cisco Switch Configuration [Part#1]

cisco

Cisco Switch Configuration [Part #1]

Cisco Switch Configuration
[Part #1]

Dalam kesempatan ini akan dibahas bagaimana mengkonfigur Cisco Switch secara standard.
Secara real jika kita mau mengkonfigur suatu Cisco Device, Router maupun Switch maka yang diperlukan adalah : Hardware dan Software.
Untuk kali ini factor hardware kita kesampingkan, dikarenakan hal ini bisa digantikan dengan software tambahan yang sudah disediahkan oleh Cisco yaitu Packet Tracer. Software ini disediahkan gratis di internet, atau bisa di download di menu Download pada blog ini.

cisco
Enter URL:
Free SEO Tools
51 queries in 0.291 seconds